Sewa Gudang, Jasa Logistics, Logistics Indonesia

Mengenal Cold Storage and Cold Chain Management

July 24 2017
IMS Logistics

Penyimpanan item dalam gudang tentu akan menghemat biaya dan memperlancar jalannya bisnis. Sehingga pengiriman barang tidak langsung terjadi dari pabrik, melainkan bisa dari gudang yang ada dekat dengan lokasi pembeli. Gudang sendiri terdiri dari dua jenis, yaitu dry storage dan cold storage. Barang atau item yang disimpan dalam cold storage disebut cold chain. Cold chain merupakan barang yang memerlukan penanganan khusus dalam proses logistiknya, mulai dari penerimaan barang, penyimpanan, penyiapan hingga pengiriman kembai.

Cold chain ini juga merupakan benda-benda yang harus disimpan disuhu tertentu agar tetap terjaga kesegaran serta bentuknya. Contoh benda yang termasuk cold chain adalah obat-obatan, peralatan medis, hingga makanan beku seperti ikan, daging, hingga sayuran yang harus tetap disimpan disuhu tertentu agar tetap segar..

Cold Chain Management (Pengelola rantai pendingin)

Terdapat 8 aktivitas dalam menangani barang-barang yang termasuk cold chain, diantaranya :

  • Validation

Ini merupakan proses penentuan ice pack yang digunakan dalam sebuah pengiriman. Proses validasi ini juga dipengaruhi oleh jenis cold box dan ice pack yang digunakannya. Umumnya yang dibutuhkan adalah jumlah ice pack untuk pengiriman barang pada suhu dingin selama 2,4 atau 24 jam.

  • Temperature mapping

Proses ini dilakukan untuk mengetahui dimana titik terpanas dan titik terdingin. Hal itu dikarenakan setiap titik akan dimanfaatkan secara berbeda, titik terpanas atau titik terdingin tersebut akan digunakan untuk meletakan sensor data logger sehingga dapat diperoleh batas atas dan batas bawah yang baik.

  • Thermometer calibration

Kalibrasi yang dilakukan selama setahun sekali ini digunakan untuk memastikan bahwa pengukuran suhu dengan menggunakan peralatan yang ada sama dengan standar pengukuran suhu yang ditentukan. Kalibrasi thermometer ini dapat dilakukan oleh badan yang berwenang (kalibrasi external)  atau oleh perusahaan (kalibrasi internal)

  • Goods receiving

Proses penerimaan barang cold chain berbeda dari proses pengiriman barang yang biasanya. Sebab penerimaan barang tidak boleh dilakukan didaerah loading bay. Proses penerimaan barangnya pun harus dilakukan diruangan yang dingin yang terjaga suhunya. Selain suhu ruangan, waktu penerimaan juga harus diperhatikan karena akan berhubungan dengan suhu udaranya.

  • Storage

Storage atau ruang penyimpanannya biasanya memiliki suhu yang dingin, biasanya adalah 2-8 derajat celcius. Pengaturan suhu ruangan ini sebenarnya tergantung pada kebutuhan dari barang yang disimpan. Tidak jarang ada barang yang harus disimpan pada suhu dibawah 0 derajat celcius.

  • Pick and pack

Proses pengemasan barang (pack) meruapakan bagian tersulit dari aktivitas penanganan barang cold chain. Hal itu dikarenakan terjadinya penurunan suhu yang cukup ekstrim dari ice pack yang dapat mencapai suhu dibawah 0 derajat. Ketika terjadi penurunan suhu yang lumayan ekstrim, maka akan meningkatkan resiko kerusakan barang yang akan dikirimkan. Maka dari itu, perlu dilakukan penyesuaian, khususnya pada saat penyiapan ice pack dengan suhu ruangan dingin selama 5 sampai 10 menit sebelum barang cold chain dimasukan kedalam kemasan untuk dikirim.

  • Delivery

Waktu pengiriman masih menjadi sesuatu yang harus diperhatikan, hal itu bertujuan agar suhu yang telah disiapkan tetap berada pada batas yang diijinkan. Pengiriman barang ini juga merupakan proses yang penting karena pada proses ini benda akan diperiksa apakah suhu kemasan masih berada dalam batas yang diijinkan. Proses serah terima ini harus dilakukan oleh pihak konsumen dan tidak boleh dititipkan oleh orang lain.

  • Temperature control

Aktivitas pencatatan suhu ruangan menjadi salah satu aktivitas yang wajib dilakukan. Hal ini dilakukan, untuk memastikan bahwa selama proses penyimpanan dan pengiriman, barang cold chain selalu ada dalam posisi yang aman. Pencatatan ini dilakukan dengan data logger yang dapat mencatat pergerakan suhu dan diback up dengan melakukan pencatatan manual selama 2 sampai 3 kali perhari pada jam-jam tertentu.

Fungsi dari gudang dapat disesuaikan dengan barang apa yang akan disimpan didalamnya. Namun, butuh untuk barang-barang yang termasuk cold chain memerlukan penanganan yang lebih khusus lagi.

Ingin informasi mengenai dunia logistik atau penyewaan gudang? Silahkan kunjungi www.imslogistics.com

Baca juga: Jenis-Jenis Racking System  

Write a Reply or Comment